Showing posts with label Agenda. Show all posts
Showing posts with label Agenda. Show all posts
*

Cangkruk'an Lewat Botol Kosong

03 November 2012

Jadi begini, ada tiga acara sederhana yang ingin dijadikan satu. Yang pertama adalah tentang bicara buku, rangkaian acara TUTUP BOTOL, dan yang berikutnya adalah tamasya akustik. Seperti biasanya, saya dan teman-teman butuh nama, hanya agar memudahkan jika sekiranya ada yang tanya. Lalu lahirlah istilah CLBK, adopsi dari singkatan Cinta Lama Bersemi Kembali.

Logo kegiatan CLBK (Mungki)
Adalah Mas Bebeh yang mengusulkan ide nama tersebut. Karena ide tersebut lahir secara spontan alias sukur mecotot, kami masih harus memikirkan kepanjangan dari CLBK. Ketika meminta urun rembug dari kawan-kawan via pesbuk, ternyata ada banyak ide yang mengalir. Lalu dipilihlah salah satu dari masukan-masukan yang semuanya maknyos.

Cangkruk'an Lewat Botol Kosong, itu yang diambil oleh rekan-rekan. Terima kasih OPA Wachana atas masukannya.










Berikut adalah poin-poin CLBK

1. Bicara Buku

Buku yang akan dibicarakan adalah tulisan-tulisan yang dikumpulkan oleh seorang blogger bernama Mbak Anazkia, dan tulisan-tulisan ringan RZ Hakim. Terangkum dalam satu buku, dengan cover bolak balik. Buku ini akan dijual secara online. Semisal nanti buku ini laku (meskipun tidak banyak), seluruh hasilnya akan dimanfaatkan untuk sesuatu yang bermanfaat di bidang pendidikan.

Bicara Buku disemangati sepenuhnya oleh Keluarga Tamasya dimanapun berada, Blogger Hibah Sejuta Buku (BHSB) Goes to Offline, Warung Blogger, Pencinta Alam, Kawan-kawan Seni, Persma, Kedai Gubug - Jember, kabeh pokok'e. Perwakilan BHSB adalah Mbak Anazkia, Kuala Lumpur. Ada juga perwakilan dari Group Warung Blogger, yaitu Pakde Abdul Cholik - Surabaya. Turut menghadirkan Cak Isnadi sebagai sang pencerah, haha..

2. Tutup Botol

Prosesnya tidak jauh beda dengan acara sebelumnya, yaitu Pesan Dalam Botol. Mengumpulkan botol kosong, koran bekas, dan barang bekas lainnya yang bisa dijual. Semua itu akan kita kumpulkan, kita jual, dan dimanfaatkan untuk support dunia pendidikan di Jember. Sangat berharap, kawan-kawan yang datang juga 'nyangking' botol kosong dll.

3. Tamasya Akustik

Kalau yang ini  semacam acara ramah tamah. Nyruput kopi, menikmati hidangan jajanan pasar, sambil bersantai ria.

Cangkruk'an Lewat Botol Kosong akan dilaksanakan pada malam tahun baru Hijriyah, 15 November 2012, di Kedai Gubug - Jember. Dimulai pada pukul 19.30 sampai dengan 22.00 WIB.



Sedikit Tambahan

Catatan ini sekaligus sebagai undangan terbuka bagi siapa saja yang ingin sumbangsih botol kosong (atau barang bekas lainnya) dan merapat di Kedai Gubug pada 15 November 2012.

Botol kosong, buku-buku (bacaan maupun buku panduan pelajaran SD - SMP) juga bisa ditaruh di panaongan tamasya - Jl. Slamet Riyadi 135 Patrang.

Info selanjutnya bisa menghubungi kolom komentar di bawah ini, atau Cp. apikecil di 085746663822





[Rz Hakim]


Read Post | komentar
*

BANDUNG ZINE FEST

16 June 2012

 

BANDUNG ZINE FEST adalah sebuah event independen sebagai ruang untuk para pembuat media alternatif, lokal artist, distributor independen dan para penerbit independen berkumpul dan memamerkan hasil karya mereka. Tujuan kami adalah untuk para DIY zinemaker agar mudah untuk mengakses semua zine/trade, memberikan kesempatan kepada para lokal artist untuk berinteraksi dan memberikan pertukaran skill, forum dan workshop. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 14 Juli 2012.

Detailnya antara lain:
- Zine Exhibition, meliputi pameran media, poster, cover zine.
- Pemutaran Film
- Distro Zine
- Workshop / Diskusi dll




 

Semua bisa berpartisipasi di event ini, pengumpulan materi paling lambat diterima akhir juni ini. Dan ini adalah sebuah event gratis, tetapi bantuan berupa donasi dan apapun bentukna untuk kelangsungan event ini sangat kami nantikan.

info:
0857.93.555;205
022.9268.0689
08121.4384.769
0858.6339.2554
0857.20217363

E-mail: bandungzinelovers@gmail.com 

http://www.facebook.com/pages/Bandung-ZINE-FEST/168547133267273?ref=tn_tnmn

for all zine lover who love zerox culture and DIY ethic
Read Post | komentar
*

Pendaftaran PJTD LPM-Explant Polije

21 February 2012

Read Post | komentar

Pelatihan Menulis Kreatif Mahaiswa

Read Post | komentar
*

Refleksi ke Depan

31 December 2011


Karena hujan yang terlalu deras, akhirnya acara ini ditunda. Akan dilaksanakan Minggu, 01 Januari 2012. Bertempat di Kapoeng Baca (Taman Pustaka) Jl. Nusa Indah VI-7 Jember.
Read Post | komentar

Panen Rempah Dalam Ingatan



Read Post | komentar
*

Indonesia Dalam Kepungan Budaya Populer

13 December 2011

Seminar Budaya
"Indonesia Dalam Kepungan Budaya Populer"

Rabu, 14 Desember 2011
pukul 07.00-13.00WIB
di Pusat Kegiatan Mahasiswa Unej (PKMUJ)

Pemateri:
- Prof. Ayu Sutarto, M.A
- Drs. Moch Ilham, M.Si
- Ikhwan Setiawan, S.s, M.A

Fasilitas:
Pin, Sertifikat, Snac

Gratis!

Didukung Oleh:
BEM, Parma, Imasind, EDSA, BKMS, Lekfas, PSM, DKK, Swapenka, LPMS, Porsa

Read Post | komentar
*

Pelatihan Wartawan Kampus & Open Recruitment

21 November 2011

Dibuka, Pendaftaran Pelatihan Wartawan Kampus (PWK) & Open Recruitment Anggota Magang


Read Post | komentar

Tak Hanya “KLIK”


Robert Vare yang pernah menyumbangkan hidupnya bagi majalah The Newyorker dan The Rolling Stone, mengatakan jika kata jurnalisme –di depan kata sastrawi mencoba menyucikan fakta. Walaupun mengadopsi teknik penulisan karya sastra, di tiap helai tulisan jurnalisme sastrawi harus berupa fakta. Nama-nama orang, tempat, peristiwa memang benar-benar nyata dan sesuai realita yang terjadi.

Fakta, fakta, dan fakta. Betapa tegasnya Andreas Harsono membatasi ruang antara jurnalisme dan sastra. Seolah dia ingin memberi arus balik pada publik jika jurnalisme sastrawi itu berbeda ruang dengan karya fiksi. Sebagaimana pandangan publik jika jurnalisme sastrawi masih tergolong peranakan fiksi. Pernah suatu saat seorang bertanya padanya, apakah Saksi Mata Seno Gumira Ajidarma telah tersakralkan faktanya dan tergolong dalam jurnalisme sastrawi. Jawaban Andreas sederhana sekali, karya Seno itu fiksi.

Tidak bisa dipungkiri jika pertanyaan semacam itu senantiasa lahir di rahim publik. Latar belakang Seno adalah seorang wartawan senior Jakarta-Jakarta yang bergulat di era rezim Soeharto. Pasca medianya memuat berita tentang tragedi pembunuhan orang-orang Timor Leste, Seno beserta tiga awak redaksinya dipecat. Setelah itu karena betapa besarnya tanggung jawabnya pada publik, Seno mencoba menuliskan berita Santa Cruz dalam bentuk narasi cerpen. Upaya pun berhasil, karya Seno lolos dari dekapan subversif Orba. Lantas mengapa Andreas dengan tegas mengatakan jika hasil rekonstruksi berita Seno dalam bentuk narasi cerpen itu ialah fiksi?

 Mungkin karena sebagian besar nama-nama tokoh dalam Saksi Mata telah disamarkan. Di samping itu tempat-tempat kejadian tidak disebutkan dengan jelas. Di sisi lain, dalam kekangan Orba memang karya Seno ada justru karena dia tidak mampu menuliskan fakta. 

Hal itu serupa dengan novel sejarah Pramoedya Ananta Toer. Walaupun Rumah Kaca karya Pram –dibanding pada sejarawan indonesia adalah yang pertama memuat sejarah orang-orang bawah dan menentang pemerintahan kolonial. Akan tetapi karya Pram tetap saja “Novel” yang otomatis “Fiksi”. Oleh sebab itu karya Pram tidak akan dipakai oleh para sejarawan sebagai sumber primer. Hanya saja karya Pram dibutuhkan untuk memahami gerak sosial masyarakat dalam tempat, ruang, dan waktu tertentu. 

Dalam kecepatan arus pewartaan informasi, tentusaja sebagian besar jenis tulisan surat kabar hanya seputar 5W+1H. Betapa membosankannya jenis tulisan tersebut. Apakah tidak ada media yang menyajikan berita dalam bentuk novel? Dengan usaha yang sangat keras Pantau menjawabnya. Walaupun pada akhirnya Pantau menyadari jika jurnalisme sastrawi tidak cocok bagi kaum inlander. Dengan tampilan sederhana dan mengutamakan kekuatan tulisan Pantau menerapkan di negri ini. Jurnalisme baru yang mengubah Who menjadi karakter, What menjadi alur, Where menjadi latar, When menjadi kronologi, Why menjadi motif, dan How menjadi narasi.

Jika laporan surat kabar biasa hanya berupa selembar potret. Maka, jurnalisme sastrawi adalah serangkaian peristiwa yang dihimpun menjadi video. Dalam artian jurnalisme Sastrawi mempunyai kedalaman yang melebihi in depth reporting. Cukup sekian pengantar dikusi “Jurnalisme Sastrawi” di Sekertariat LPMS-Ideas (13/10) pukul 19.00 WIB. Mari uji keberanian berpikir kita…!!

*Departemen Penelitian dan Pengembangan '11 LPMS-Ideas

Read Post | komentar
*

Dua Ruang, Dua Agenda

15 October 2011

   Senin (20/12), UKMK menyelenggarakan pameran foto di gedung PKM. Selain telah disediakan makanan oleh panitia, beragam karya sastra pun dihadirkan. Beberapa diantaranya semisal penampilan band. Yang menurutku menarik dari acara itu, ialah ketika pertama kali kami hadir disambut oleh penampilan perkusi.


    Permainan perkusi tersebut dipentaskan kurang lebih oleh tujuh pemain. Masing-masing pemain membawa alat yang berbeda salah satu diantaranya jimbe. Diawal penampilan, mereka hanya unjuk kekompakan dengan ritme pukulan jimbe yang berlainan. Saling mengiringi dengan cepat antara pukulan pemain satu dengan lainnya. Perlahan satu persatu dari mereka berupaya menunjukkan skil permainan alat musiknya. Tentunya dengan satu persatu bergantian lebih mendekat ke penonton. Banyak hal yang menarik disitu. Mulai dari kekompakan team sampai skil yang mereka tunjukkan. Bahkan di tengah permainan mereka meminta beberapa penonton memainkan alat musiknya. Akan tetapi suara permainan penonton yang malu-malu itu sangat jauh dari renyahnya penguasaan alat musik mereka.

   Setelah itu berganti dengan iringan musik modern dari sebuah band. Banyak anomali sebelum mereka bermain. Seperti efek yang terdengar nyempling dan memekakkan telinga penonton. Hal tersebut tidak hanya terjadi waktu para pemain menyetem alat musiknya. Akan tetapi sering secara tiba-tiba berbunyi di pertengahan penampilan. Bahkan terjadi sedikit teknis yang mengganggu ketika salah satu gitar melody mati. Untung saja kesalahan tenis tersebut mampu diatasi oleh additional yang secepat mungkin memperbaiki sound. Sepertinya suara nyempling yang berkali-kali tersebut disebabkan oleh sound yang jelek. Hal itu terbukti ketika band selanjutnya bermain di atas panggung. Kemudian yang terdengar aneh ketika mereka memainkan music jazz tetapi masih terdengar seperti permainan rock.

   Selain acara tersebut, ada juga acara yang tak kalah menariknya. Yaitu acara “perang pusi” di UKPKM Tegal Boto. Lain halnya dengan jumlah penonton ataupun peserta yang hadir dalam Dies Natalis UKMK. Lingkaran tak utuh yang hadir dalam agenda ini hanya lima belas orang. Tidak ada pembukaan dalam acara ini. Awalnya memang suasana membeku. Saling tuding siapa yang akan membaca puisi di awal pertemuan. Ditengah topik yang ketika itu terasa tidak akan melelahkan tiba-tiba Cak Kandar masuk ke TB. Nah, pada akhirnya dialah yang menjadi korban sasaran pembaca puisi di awal. Tidak seperti kami, Cak kandar tidak berupaya membentengi diri denga ribuan alasan untuk melarikan diri. Akan tetapi tanpa basa-basi dia langsung berdiri di tengah lingkaran dan membacakan beberapa puisinya. Dia hadir bersamaan dengan riuh tawa kami. Dia seperti matahari yang dengan sekejap mampu mencairkan suasana forum tersebut. Kemudian disusul satu persatu dari peserta forum.

   Ketika mas Lutfi mendapat giliran membacakan puisinya. Dia malah memilih membaca puisi milik orang lain. Puisi tersebut menjadi suatu hal yang menarik karena berbahasa Madura. Kemudian puisi tersebut yang menstimulus topik forum untuk beralih segera beralih. Topik diskusi pun beralih seketika membahas puisi lokal ataupun tradisional. Yang pertama memberikan tanggapan ialah mas Arys, dengan mengatakan jika puisi lokal memang mempunyai ketertarikan. Menurutnya puisi tersebut mengandung kekayaan dan misteri, ketika tidak diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. Disusul dengan argument mas Widi yang mengatakan jika pusi tradisional itu struktural banget. Dalam artian selalu patuh pada sajak ABAB dan lain sebagainya. Kemudian keterbatasan malam yang semakin larut menumbuhkan inisiatif untuk segera diakhiri. Diiringi beberapa awak TB yang berjanji akan memnyambung agenda tersebut di kemudian hari. Acara tersebut di tutup oleh puis berjuduli “untuk apa puisi ini” karya OO_Zaki. Tentunya dibacakan oleh sang fasilitator tamu yaitu tuhan, master, sang legendaris, calon wisudawan Edi Wibowo. [DieKey]
Read Post | komentar
 
© Copyright Ideas Online 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all